Mata Bintitan Karena Suka Ngintip?

Posted on
Pernah mengalami mata bintitan? Alhamdulillah, seingatku, aku belum pernah bintitan. Anak-anak juga belum pernah ada yang bintitan. Tapi ceritanya jadi lain waktu mata Maira bintitan, dan baru sembuh setelah hampir 2 bulan πŸ™
Ada yang berpendapat, tepatnya kata mitos, bintitan disebabkan oleh kebiasaan mengintip. Tapiii, bintitan atau yang dalam istilah kedokteran disebut hordeolum, sebenarnya disebabkan oleh peradangan muara kelenjar di lapisan kelopak mata, atas maupun bawah, yang memproduksi cairan (air mata dan keringat). Bintitan muncul karena muara kelenjar tersumbat kotoran (debu, make up, dll), dan terjadi tanpa atau dengan adanya infeksi bakteri. Bintitan biasanya berupa benjolan kecil di pinggir kelopak mata, sering disertai gatal dan nyeri dan bisa membesar jadi seperti bisul.
Kira-kira seminggu sebelum Maira bintitan, bayi temanku mengalami bintitan juga. Waktu itu aku merasa kasihan melihatnya. Benjolan kecil berwarna merah tampak menggantung di kelopak atas matanya. Siapa sangka, gak lama kemudian Maira juga mengalami hal yang sama πŸ™ Kemungkinan penyebabnya debu, karena pada waktu itu hampir setiap hari Maira aku bawa antar jemput Moses sekolah.Β Dan dalam perjalanan, gak bisa menghindar dari debu dan kotoran di jalan, termasuk tangan-tangan yang gak tahan ciwelin pipi dan mukanya Maira πŸ™

Awalnya, kelopak mata kiri Maira sembab dan merah seperti habis menangis. Karena kakak-kakaknya belum pernah ada yang bintitan, aku mengira digigit nyamuk. Lama-kelamaan, sembabnya mengecil dan menjadi benjolan kecil di pinggir kelopak atas matanya. Saat itu, baru aku sadar mata Maira bintitan. Gak punya pengalaman sama sekali soal mata bintitan, aku menghubungi temanku yang mata anaknya bintitan waktu itu. Apakah perlu dibawa ke dokter? Bagaimana pengobatannya? Tapi jawabannya standar saja. Katanya gak dibawa ke dokter dan gak diobati. Oke, berarti gak papa, begitu pikirku.

Lama-lama, benjolan itu makin membesar. Aku dan suami jadi khawatir, meskipun Maira tidak rewel atau mengucek-ucek matanya karena sakit atau gatal. Aku mulai cari informasi di internet tentang mata bintitan. Beberapa artikel yang aku baca malah bikin hati tambah ketar-ketir. Lantas aku mencoba pengobatan mandiri yang disarankan, mengompres dengan air hangat dan mengolesi benjolannya pakai bawang putih yang dihaluskan. Katanya mata bintitan yang tak kunjung sembuh, butuh pengobatan antibiotika. Bawang putih disarankan karena antibiotika alami. Sebisa mungkin aku memang menghindari pemberian obat kepada anak-anak.
Dua hari setelah diolesi bawang putih, keluar bintik putih di benjolannya, yang kemudian membesar dan menjadi gumpalan nanah. Haduh, tambah menciut hatiku karena benjolan berisi nanah itu sudah sebesar kacang hijau. Aku sama sekali tidak berani memegang apalagi memencetnya. Padahal gatel banget tanganku pengen mencetin dan ngeluarin nanahnya. Tapi takut infeksi, apalagi Maira masih bayi. Setelah dikompres air hangat, diolesi bawang putih, benjolannya mengecil lagi. Bolak-balik seperti itu. Membesar, mengecil. Akhirnya karena gak tahan, aku bawa juga Maira ke dokter.
Dokter anak Maira sudah berusia lanjut. Kakek-kakek, tepatnya, dan baik sekali. Beliau mengatakan, tidak perlu khawatir, karena benjolannya ada di luar mata. Bola mata Maira pun tetap bening, gak belekan. Kalau sampai nanahnya pecah, ada bulu mata yang akan menahan nanah masuk ke mata. Kemudian beliau memberi resep salep antibiotika khusus untuk mata.
Mendengar penjelasan dokter, aku jadi sedikit tenang, karena tidak ada infeksi yang melebar. Setelah rutin diolesi salep mata, bintitan Maira masih beberapa kali membesar. Dan puncaknya, benar-benar besar. Sebesar aku menahan keinginanku untuk mitesin bintitannya *_* Alhamdulillah, akhirnya sekarang bintitan di mata Maira sudah sembuh. Masih ada bekas lukanya sedikit, tapi sudah beneran kempes.
Sejak Maira bintitan itu, aku jadi sedikit protektif kalau membawanya antar jemput abangnya sekolah. Kututupin pakai kain sampai ke kepala dan mukanya. Selain menghindari debu di jalan, juga untuk mencegah tangan-tangan kotor dan berminyak menciweli Maira πŸ™ Saranku, kalau mengalami mata bintitan, sebaiknya segera ditangani, karena kalau sudah akut, selain bisa menimbulkan infeksi, bisa jadi harus dibedah untuk mengeluarkan penyumbatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *